Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan

Rabu, 02 November 2011

Untukmu

Dahulu aku menyayangimu.
Bagi ku kaulah separuh jiwa.
Setetes cahaya dalam lelapku.
Yang ada di setiap pejam mataku.

Tak ada kata yang pantas terucap.
Tak ada sejuta perbuatan mengaggumkan.
Tak ada mahar termahal.
Tak ada hadiah teristimewa untukmu.

Selasa, 08 Maret 2011

Pesan Mulia Benda Tak Bernyawa

terbangun ku dari lelap tidur
menyambut pagi ku termenung
terdiam membisu sembari menghela nafas
memikirkan apa kunci sukses hidup ini

ku memandagi tiap sudut sudut kamar
berharap jawaban itu ada
benda sekitar kamar seakan ikut berbicara
tentang apa kunci sukses hidup ini

jendela kamar berkata
''lihatlah dunia di luar sana''
langit langit kamar berpesan
''bercita citalah setinggi mungkin''

jam dinding berdetak
''setiap menit itu berharga''
cermin lemari bersahut
''berkacalah sebelum bertindak''

kelender meja berbisik
''jangan menunda sampai besok''
pintu kamar berteriak
''dorong yg keras dan pergilah''

dan ku tak kuasa menahan air mata
saat ku memperhatikan lipatan meja
serta pesan mulia sajdah tua
''berlututlah dan berdoalah pada sang pencipta''

Pertentangan hati

biarkan sejenak..
awan langit mendengar
bintang malam bersaksi
tuk ugkap kebohongan ini

biarkan sejenak..
dingin menusuk tubuh
tancapkan luka lebih
pada hati tak berduri ilalang

biarkan sejenak..
ku ungkapkan masalah hati
pada mu terlihat diam membisu

dan biarkan sejenak..
hening merajai sepi
tuk kita ratapi
pertentangan antara hati

mengertilah..
kalau kita tak sejalan lagi
maaf kan aku..
mungkin inilah akhir kisah cinta ini.

Sepucuk Surat Diagnosa Dokter

ingatkah kamu..
saat jemari ini mengenggam erat tagan mu..
terucap kata cinta dari bibir merah mu
saat malam menunjukan gemerlap bintangnya
saat sang rembulan memancarkan terangnya

ingat kah kamu..
setiap kau bersedih..
kau slalu menagis di pundak ku..
saat kau bahagia..
kau membagi kebahagian itu dengan ku

dan ingatkah kamu.
hari di mana kau berjanji
takkan pernah pergi dari ku
saat senja sore itu
terlihat merah dari bukit taman.

maaf..
bila esok janji-janji itu tak ku hargai
dan mungkin aku harus pergi jauh..
bukan karena tak ada cinta..
tapi karena sepucuk surat diagnosa dokter